Jumat, 22 November 2013

Teknik Pengiriman Sinyal

  • Ada 2 macam metode transmisi data, yaitu :
  1. BaseBand Transmission dimana sinyal data (digital) tidak mengalami perubahan bentuk.
  2. BroadBand Transmission dimana pada proses transmisi  sinyal data mengalami perubahan bentuk dari sinyal digital menjadi sinyal analog (modulasi), dan pada saat data diterima oleh Receiver diubah kembali menjadi sinyal digital (demodulasi).
  • BroadBand Transmission terjadi jika transmisi data melewati jalur PSTN (Public Service Telephone Network), yang mana proses transmisi data pada jalur PSTN  bentuk sinyal data harus ANALOG. Untuk mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog agar bisa masuk ke jalur PSTN dilakukan dengan cara dial-up melalui perangkat MODEM. Jadi untuk proses perubahan bentuk sinyal data dari digital menjadi analog (modulasi) dan sebaliknya (demodulasi) diperlukan perangkat MODEM.


Gb.XII-1. : Baseband Transmission dan Broadband Transmission
Transmisi data antar Host pada jaringan yang sama, transmisi data dilakukan secara langsung (direct delivery) sesuai metode aksesnya. Lain halnya untuk Router, transmisi data dilakukan secara langsung (direct delivery).

Gb.XII-2. : Pengiriman data langsung pada LAN.
Pada dasarnya Router menggabungkan 2 buah segmen jaringan atau lebih yang berbeda nomor jaringannya. Router bisa mendeteksi IP-Address untuk Host anggota dari jaringan yang digabungkannya. Untuk setiap port dari Router yang terhubung dengan jaringan dilengkapi dengan MAC-Address dan IP-Address dengan nomor jaringan yang sesuai dengan jaringan yang digabungkannya.  Untuk transmisi data antar jaringan, jika Destination IP-Address tidak ada pada data base Router yang menggabungkannya, maka transmisi data akan diteruskan ke Router berikutnya secara berantai.

Gb.XII-3. : Pengiriman data langsung pada LAN.
Lintasan transmisi data (Routing) dapat ditabelkan berdasarkan Desti-nation IP-Address dan Routenya, atau berdasarkan Destination IP-Address dan Next Hop-nya. Sebagai contoh transmisi data dari Host-A ke Host-B :

Gb.XII-4. : Tabel Routing berdasarkan Route dan Next Hop.
Untuk Destination Address kadang-kadang cukup dituliskan nama jaring-annya saja, misalnya :

Contoh lainnya :

Gb.XII-6. :
Tabel Routing berdasarkan Nama Jaringan, seolah-olah merupakan komunikasi antar Router pada multi jaringan.
Destination Address melalui jaringan internet :

Gb.XII-7. : Tabel Routing untuk komunikasi ke internet.
Routing Information Protocol (RIP)
  • Merupakan Interior routing protocol yang digunakan di dalam suatu autonomous system.
  • Pada distance vector routing setiap router secara periodik sharing knowledge tentang entire internet-nya dengan tetangganya.
Tabel XII-1 : Routing Table RIP  
Destination
Hop Count
Next Hop
Other Info.
163.5.0.0
7
172.6.23.4
D
197.5.13.0
5
176.3.6.17
F
189.45.0.0
4
200.5.1.6
A
115.0.0.0
6
131.4.7.19
G
Routing table RIP terdiri dari destination, jarak terpendek ke tujuan (hop count), dan next hop (router berikutnya). Sebagai contoh Routing table pada multi jaringan (WAN) :

Gb.XII-8. : Routing Table RIP pada WAN / jaringan internet.

Switching pada WAN

Wide area network (WAN) mencakup area geografis yang luas sekali. Umumnya WAN terdiri dari banyak node yang berfungsi sebagai penghubung. Transmisi data dari suatu Transmiter diarahkan melalui node-node ini menuju Receiver. Node-node ini adalah route yang dilalui, yang merupakan fasilitas switching yang akan memindahkan data dari satu node ke node yang lain hingga sampai ke Receiver.

Gb.XII-9. :  Transmisi data secara Switching pada WAN.

Switching pada WAN bertujuan untuk mereduksi kompleksitas koneksi Internet pada WAN. Switching terdiri dari rangkaian node (interlinked nodes), yaitu hardware dan/atau software yang dapat membuat koneksi sementara antara dua atau lebih hubungan ke switch.. Beberapa metode switching yang biasa dilakukan pada jaringan WAN diantaranya adalah : Circuit Switching, Packet Switching, Message Switching.

Circuit Switching
  • Membuat suatu koneksi fisik langsung antara Transmiter dan Receiver, sehingga terbentuk koneksi jalur transmisi secara pasti.
  • Setelah koneksi terbentuk jalur tersebut digunakan sepenuhnya untuk transmisi data, dan tidak dapat digunakan untuk koneksi lainnya.

Gb.XII-10. : Circuit Switching pada WAN.
Packet Switching
Untuk metode transmisi data Packet Switching tidak memiliki koneksi jalur transmisi secara pasti, pendekatan proses transmisi dilakukan berdasarkan packet data yang ditransmisikan. Normal
0

0 komentar:

Posting Komentar